studiopena.com, Jakarta – Festival bunga sakura yang diadakan di kota di kaki Gunung Fuji dibatalkan tahun ini karena turisme yang berlebihan. Dalam pengumuman yang disampaikan pada Selasa, 3 Februari 2026, disebutkan bahwa festival yang sudah berusia satu dekade itu dibatalkan karena ‘kehidupan tenang warga setempat terancam’.
“Di balik indahnya pemandangan (Gunung Fuji) terdapat kenyataan bahwa kehidupan damai warga terancam. Kami merasakan krisis yang kuat,” kata Shigeru Horiuchi, Wali Kota Fujiyoshida, dalam keterangannya, dikutip dari AFP, Jumat (6/2/2026).
Festival bunga sakura berlangsung selama beberapa minggu dan mampu menarik sekitar 200 ribu wisatawan ke Fujiyoshida. Masuknya wisatawan asing ke Fujiyoshida telah menyebabkan kemacetan parah dan puntung rokok berserakan di seluruh kota. Pemkot juga mendapat laporan dari warga terkait pelanggaran tata batas, termasuk masyarakat yang buang air besar di kebun milik pribadi.

