Fenomena penuaan populasi (aging society) secara global semakin signifikan, seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas akan meningkat dua kali lipat, yaitu mencapai sekitar 2,1 miliar orang pada tahun 2050. Kondisi ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang inovasi di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Menjawab tantangan tersebut, International Gymnastics Federation (FIG) melalui Aging Society Working Group berkolaborasi dengan dua raksasa teknologi Asia, Fujitsu dan Acer, untuk mengembangkan solusi inovatif.
Selain meluncurkan program olahraga khusus untuk mencegah kerentanan dan demensia pada lansia, FIG mendukung pengembangan aplikasi pintar oleh Fujitsu dan Acer yang mampu mendeteksi dini masalah kesehatan pada lansia.
“Upaya ini bertujuan untuk mencegah bertambah parahnya penyakit yang diderita lansia dan mengurangi biaya asuransi kesehatan,” kata Presiden FIG, Morinari Watanabe, dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).
Ketua Pokja FIG Aging Society yang juga Presiden Federasi Senam Indonesia (FGI), Ita Yuliati menyatakan, FIG telah merancang berbagai program untuk menciptakan lingkungan ramah bagi lansia, khususnya dari segi senam.
Ita menjelaskan, program kolaborasi dengan Acer dan Fujitsu ini akan dianalisis menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis program nantinya dapat diakses dengan mudah melalui smartphone.
“Ke depan, populasi lansia dunia akan terus meningkat. Kami ingin berkontribusi agar komunitas lansia menjadi lebih kuat, seimbang, dan sehat di usianya,” kata Ita.

