Peningkatan drastis ini menandakan adanya pergeseran cara konsumen berinteraksi dengan smartphone. Galaxy AI tidak lagi dianggap sebagai fitur eksperimental, melainkan alat aktif yang penting untuk mencari informasi, memproses konten visual, dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
Senior Manager MX Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan menyatakan, dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mendefinisikan ulang standar efisiensi digital.
Tingkat penggunaan sebesar 86,9 persen menunjukkan Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna. AI kini digunakan secara aktif untuk mempercepat proses, seperti pencarian informasi tanpa berpindah aplikasi hingga merapikan konten secara instan, kata Ilham, dikutip dari Samsung Newsroom, Rabu (28/1/2026).
Ilham menambahkan, fitur Circle to Search with Google paling dominan dengan tingkat pemakaian mencapai 76 persen.

