Site icon studiopena

Anak Badak Jawa Baru Tertangkap Kamera Jebakan di Taman Nasional Ujung Kulon, Pengobatan Kematian Badak Musofa

Anak Badak Jawa Baru Tertangkap Kamera Jebakan di Taman Nasional Ujung Kulon, Pengobatan Kematian Badak Musofa


studiopena.com, Jakarta – Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa kembali mendata keberadaan induk badak jawa beserta anaknya di Blok Cigenter, Taman Nasional (TN) Ujung Kulon. Hal ini diketahui berdasarkan hasil pantauan lapangan dengan menggunakan kamera jebakan.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko mengatakan temuan ini merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan Badak Jawa.

“Keberadaan induk dan anak Badak Jawa yang terekam melalui kamera jebakan menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik. Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten serta dukungan kerjasama dari berbagai pihak menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa dapat berkembang biak secara alami,” ujarnya pada Rabu, 4 Februari 2026, dikutip dari rilis yang diterima. Gaya Hidup studiopena.com.

Berdasarkan hasil analisis awal tim, induk Badak Jawa yang tercatat diduga bernama Arum, individu yang telah teridentifikasi sebelumnya dalam sistem pemantauan. Sedangkan anak Badak Jawa yang tercatat merupakan individu baru dengan perkiraan umur kurang dari lima bulan.

Balai Besar Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anak Badak Jawa, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan tersebut. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Pemerintah mengajak semua pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian Badak Jawa sebagai salah satu satwa terlangka di dunia dan kebanggaan Indonesia, guna menjamin kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang,” kata Satyawan.

Exit mobile version