Anemia bukan hanya sekedar kekurangan darah, tapi penyebab dan faktor risikonya

Anemia bukan sekadar kurang darah, ini penyebab dan faktor risikonya

5. Anemia hemolitik

Anemia jenis ini terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada pembentukannya. Anemia hemolitik bisa bersifat bawaan atau muncul setelah lahir karena kondisi tertentu, seperti kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, dan efek samping obat, misalnya parasetamol, penisilin, dan obat antimalaria.

6. Anemia akibat penyakit kronis

Beberapa penyakit jangka panjang dapat mengganggu pembentukan sel darah merah. Contohnya adalah penyakit Crohn, gangguan ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan infeksi HIV/AIDS.

7. Anemia sel sabit (anemia sel sabit)

Anemia sel sabit disebabkan oleh mutasi genetik yang mempengaruhi struktur hemoglobin. Akibatnya sel darah merah menjadi kaku, lengket, dan berbentuk seperti bulan sabit. Penyakit ini bisa terjadi jika kedua orang tuanya mewarisi gen yang bermutasi.

Jika hanya salah satu orang tua yang membawa mutasi gen tersebut, maka anak tersebut tidak akan menderita anemia sel sabit, melainkan menjadi pembawa dan berpotensi menularkannya kepada keturunannya kelak.

Faktor risiko anemia

Risiko terjadinya anemia bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung jenis dan penyebab yang mendasarinya. Namun, ada sejumlah faktor umum yang diketahui meningkatkan peluang seseorang mengalami anemia.

1. Pola asupan gizi yang tidak seimbang

Kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat dapat menghambat pembentukan sel darah merah. Kondisi ini sering dialami oleh:

• Individu dengan konsumsi daging atau produk hewani yang sangat terbatas

• Mereka yang mengikuti pola makan vegetarian atau vegan tanpa suplemen

• Anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat

2. Kehilangan darah

Anemia dapat terjadi ketika tubuh kehilangan darah lebih banyak dibandingkan kemampuan tubuh untuk menggantikannya. Hal ini dapat disebabkan oleh:

• Menstruasi dengan volume darah berlebihan

• Pendarahan pada saluran cerna, misalnya akibat sakit maag, wasir, atau kanker usus besar

• Cedera serius atau operasi besar

3. Waktu kehamilan

Pada masa kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi dan asam folat meningkat untuk menunjang pertumbuhan janin dan meningkatkan volume darah ibu. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, risiko anemia pada ibu hamil akan meningkat.

4. Penyakit kronis

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *