Apa itu “kecemasan tahun baru”? Baca penjelasan dan cara mengatasinya

Apa itu "new year anxiety"? Simak penjelasan dan cara mengatasinya

Jakarta (studiopena.com) – Bagi banyak orang, Tahun Baru identik dengan pesta, refleksi diri, dan harapan baru. Namun tak sedikit orang justru merasa tertekan, cemas, atau kesepian saat memasuki tahun baru.

Padahal, ekspektasi yang terlalu tinggi, baik dari diri sendiri maupun lingkungan, seringkali memicu perasaan gagal, stres, dan cemas. Tekanan untuk memiliki resolusi yang “sempurna” atau kekhawatiran akan masa depan bisa membuat pikiran Anda terasa penuh.

Jika Anda merasakan hal tersebut, perlu Anda ketahui bahwa rasa cemas saat menyambut tahun baru adalah hal yang wajar. Namun dengan pendekatan yang tepat, momen tahun baru tetap bisa dijalani dengan lebih tenang dan penuh optimisme.

Memahami kecemasan tahun baru dan penyebabnya

Kecemasan tahun baru adalah perasaan cemas, stres, atau kewalahan yang muncul saat menghadapi tahun baru.

Kondisi ini termasuk dalam kecemasan antisipatif, yaitu kecemasan yang timbul karena memikirkan hal-hal yang belum terjadi di masa yang akan datang.

Psikolog berlisensi Catherine Hallissey seperti dikutip dari laman Stylist menjelaskan, kecemasan menjelang tahun baru bisa dipicu oleh banyak hal.

Mulai dari faktor jadwal yang padat, tekanan keuangan, momen kebersamaan keluarga yang intens, hingga hal yang lebih dalam seperti pertanyaan tentang arah hidup dan pencapaian.

Belum lagi kekecewaan karena target tahun lalu tidak tercapai. Ketika semua itu dihadapkan pada ketidakpastian di masa depan, maka kecemasan mudah muncul.

Berikut beberapa penyebab umum kecemasan Tahun Baru:

1. Sisa kelelahan liburan

Meski tahun baru telah dimulai, tubuh dan pikiran mungkin masih terasa lelah akibat persiapan perayaan, belanja, dan kesibukan acara keluarga.

2. Stres finansial setelah liburan

Pengeluaran yang besar saat liburan seringkali memicu kekhawatiran terhadap kondisi keuangan di awal tahun.

3. Ekspektasi yang terlalu tinggi

Target besar dan perubahan hidup yang drastis juga bisa menimbulkan ketakutan akan kegagalan sejak awal tahun baru.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *