Dalam rilis yang diterima Lifestyle studiopena.com, Selasa 3 Februari 2025, peserta yang disebut ‘delegasi’ ini berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan kebangsaan, mencerminkan semangat inklusivitas dan kolaborasi global yang menjadi landasan utama MUN. Selama konferensi berlangsung, para peserta dilibatkan dalam berbagai simulasi sidang PBB melalui dewan-dewan yang membahas isu-isu aktual global.
Tahun ini, AYIMUN ke-20 menghadirkan delapan dewan yang mewakili isu-isu paling mendesak di tingkat global. Diskusi berlangsung di WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang membahas tentang ketimpangan akses terhadap vaksin di wilayah berpendapatan rendah dan krisis, sementara UNICEF (Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyoroti perlindungan anak di industri hiburan dan media digital.
UNDP (United Nations Development Program) mengangkat krisis perumahan di perkotaan, serta WIPO (World Intellectual Property Organization) yang membahas tentang perlindungan hak musisi di era digital dan kecerdasan buatan.

