Jakarta (studiopena.com) – Penyakit gondongan seringkali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya bisa mirip dengan penyakit ringan lainnya, seperti flu atau pilek.
Namun pembengkakan pada pipi atau rahang yang muncul secara tiba-tiba sebaiknya tidak diabaikan.
Mengetahui cara mendiagnosis penyakit gondongan dan kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter sangat penting agar penyakit ini dapat cepat diobati dan risiko komplikasi dapat diminimalisir.
Dengan informasi yang tepat, orang tua dan orang dewasa dapat mengambil langkah yang tepat untuk memastikan kesehatan diri dan keluarganya tetap terjaga.
Berikut diagnosis penyakit gondongan dan kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.
Diagnosis penyakit gondongan
Dalam proses diagnosis penyakit gondongan, dokter akan memulai dengan mengumpulkan informasi melalui wawancara. Pasien akan ditanyai tentang gejala, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dokter juga akan menanyakan kemungkinan paparan virus gondongan, seperti kontak dengan orang yang tertular atau mengunjungi daerah yang terdapat kasus gondongan.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk menilai pembengkakan pada pipi atau leher, serta memeriksa kondisi tenggorokan dan amandel pasien.
• Untuk memastikan diagnosis, beberapa tes tambahan dapat dilakukan, studiopena.com lain:
• Tes urin, untuk mengetahui apakah infeksi sudah menyebar ke sistem saluran kemih.
• Usap bukal pada bagian dalam pipi, untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab penyakit gondongan.
• Tes darah, untuk mendeteksi keberadaan virus dalam aliran darah.
Kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter?
Meskipun penyakit gondongan sering kali bisa membaik dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera untuk mencegah komplikasi serius. Sebaiknya segera temui dokter jika Anda mengalami gejala seperti:
• Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
• Pembengkakan pada pipi atau rahang yang tidak kunjung membaik atau semakin parah.
• Telinga mulai berdenging.
• Hilangnya kesadaran atau pingsan.
• Kejang
• Nyeri hebat di perut bagian bawah.
• Sakit kepala hebat, disertai mual dan muntah berulang.
Dengan mengetahui cara mendiagnosis penyakit gondongan dan tanda-tanda yang perlu diperiksakan ke dokter, orang tua dan pasien dewasa dapat mengambil langkah cepat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Hal ini tidak hanya membantu mempercepat proses pemulihan, tetapi juga meminimalkan risiko komplikasi serius yang dapat membahayakan kesehatan Anda.
Baca juga: Kemenkes: Kasus Gondongan di Beberapa Daerah Masih Terkendali
Baca juga: Risiko penularan penyakit menular bisa dicegah dengan karantina
Baca juga: Jaga imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit saat musim hujan
Reporter: Sean Anggiatheda Sitorus
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © studiopena.com 2025
Dilarang keras mengambil konten, crawling, atau pengindeksan otomatis AI pada situs ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita studiopena.com.

