Bagaimana Seni Pertunjukan Tradisional Dapat Berkembang di Era Gen Z?

Foto Pernikahan Clarissa Tanoesoedibjo di AS, Memukau dengan 3 Gaun Pengantin

“Mereka sangat antusias untuk terus mengikuti program pelatihan secara rutin, seperti pelatihan tari setiap hari Selasa, Kamis, dan Jumat. Untuk pelatihan pedalangan setiap hari Sabtu dan Minggu. Untuk kota besar seperti Kota Bekas yang mayoritas lingkungannya sangat multikultural dan modern, kami sangat bersyukur masih ada anak-anak Gen Z yang meminati seni tradisi,” terang pengurus Sanggar Wayang Ajen kepada studiopena.com, Kamis, 29 Agustus 2024.

Mereka menambahkan, hal ini berkat upaya mereka dalam melakukan penelitian tentang seni pertunjukan tradisional khususnya melalui penyebaran angket dan wawancara kepada sejumlah keluarga di wilayah tersebut dan sekitarnya.

“Kami tidak bertanya mengapa anak muda menyukai seni tradisional, tetapi sebaliknya, kami bertanya mengapa anak muda saat ini atau di kota-kota besar kurang tertarik pada seni tradisional?” tanya mereka.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *