Jakarta (studiopena.com) – Santan adalah bahan makanan yang sering digunakan dalam berbagai masakan Indonesia, memberikan rasa gurih dan tekstur yang kaya.
Tidak mengherankan, banyak orang menjadikannya bahan wajib dalam masakan sehari -hari, terutama pada santan seperti Opor, Curry, dan Rendang.
Tetapi di balik kelezatannya, konsumsi santan yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan yang perlu diawasi. Beberapa orang percaya bahwa santan memberikan manfaat bagi tubuh, sementara yang lain berpendapat bahwa penggunaannya perlu dibatasi.
Baca juga: Resep Soto Betawi tanpa kreasi santan koki Devina
Baca Juga: Hindari Daging dan Goreng Setelah Idul Fitri sehingga kolesterol dipertahankan
Perbedaan pandangan ini membuat banyak orang bertanya -tanya tentang dampak sebenarnya dari mengonsumsi santan secara teratur. Jadi, apa bahaya santan jika dikonsumsi secara berlebihan? Lihat ulasan berikut.
8 bahaya konsumsi kelapa santan yang berlebihan
1. Gangguan pencernaan
Kandungan tinggi lemak dalam santan membuat perut sulit dicerna. Konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan kadar air di usus, mengganggu proses pembentukan tinja, dan berpotensi menyebabkan diare.
2. Peningkatan asam lambung
Untuk orang dengan bisul dan GERD, lemak dalam santan yang sulit dicerna dapat memicu asam lambung yang naik. Gejala yang mungkin timbul termasuk perut kembung dan nyeri di usus (mulas).
3. Risiko Penyakit Jantung
Santan mengandung lemak jenuh tinggi. Konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk) dalam darah, yang berisiko menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
4. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Asam lemak jenuh dalam santan dapat memicu penumpukan plak di arteri, yang menyebabkan hipertensi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke ringan jika terjadi untuk waktu yang lama.
Baca Juga: Santan dalam Masakan Minang: Risiko kolesterol atau apakah Anda sehat?
5. Peningkatan Berat Badan dan Obesitas
Santan memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Konsumsi berlebihan tanpa aktivitas fisik yang seimbang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan dan meningkatkan risiko obesitas.
6. Penampilan Jerawat
Konsumsi kelapa santan yang berlebihan dapat meningkatkan produksi minyak alami di kulit. Ini memiliki potensi untuk menyumbat pori -pori dan memicu jerawat, terutama untuk individu dengan jenis kulit berminyak.
7. Keseimbangan hormonal yang terganggu
Lemak jenuh dalam santan dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, seperti insulin dan hormon seks. Gangguan ini memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan reproduksi dan metabolisme secara keseluruhan.
8. Beban pada organ hati
Konsumsi lemak jenuh tinggi dari santan dapat membebani pekerjaan hati dalam memproses dan mencerna lemak ini. Hal ini dapat menyebabkan akumulasi lemak di hati dan berisiko menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD).
Untuk menjaga kesehatan, disarankan bahwa konsumsi santan dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Diet seimbang yang mencakup berbagai nutrisi dan gaya hidup aktif akan membantu mencegah berbagai risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi santan yang berlebihan.
Baca juga: Jangan berlebihan! Berikut risiko konsumsi santan terlalu banyak
Baca Juga: 7 Rekomendasi untuk Menu Idul Fitri Tanpa Santan yang Tetap Lezat
Baca juga: agar tetap sehat, inilah cara makan makanan masyarakat selama Idul Fitri
Wanita: M. Salam Ecata Harakap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Hak Cipta © studiopena.com 2025