studiopena.com, Jakarta – Persaingan kamera ponsel Android semakin memanas. Produsen ponsel saat ini berlomba-lomba untuk menghadirkan foto yang semakin berkualitas melalui kombinasi inovasi software dan hardware.
Meskipun beberapa perusahaan berfokus pada pengembangan algoritma pemrosesan gambar, perusahaan lain terus mendorong batas kemampuan perangkat keras, termasuk penggunaan sensor yang lebih besar dan jumlah megapiksel yang lebih tinggi.
Bocoran terbaru menunjukkan bahwa salah satu merek Android sedang menguji sistem kameranya dengan pendekatan yang lebih ekstrim, yakni dengan membekali perangkatnya dengan tiga sensor kamera beresolusi 200MP.
Informasi tersebut datang dari pembocor teknologi ternama di China, Digital Chat Station (DCS), melalui postingan di platform Weibo. Dia mengatakan pabrikan sedang menguji “solusi 3x200MP”.
Salah satu detail menariknya adalah kamera ultra-wide yang juga menggunakan sensor 200MP berukuran 1/1,56 inci, seperti dikutip dari Androidauthority, Kamis (12/3/2026).
Ukuran sensor ini terbilang sangat besar untuk ukuran kamera ultra-wide di smartphone. Sebagai perbandingan, kamera ultra-wide 50MP pada Samsung Galaxy S26 Ultra dikatakan menggunakan sensor berukuran sekitar 1/2,5 inci.
Sayangnya bocoran tersebut tidak menyebutkan secara spesifik perangkat atau merek yang mengusung upgrade kamera ini. Namun sejumlah spekulasi di internet mengarah ke Oppo.
Beberapa pengamat menganggap emoji yang digunakan dalam postingan Stasiun Obrolan Digital sebagai petunjuk merek tersebut. Sejumlah laporan mengaitkan teknologi kamera 3x200MP ini dengan ponsel Oppo yakni Oppo Find X10 Pro Max.
Sementara itu, bocoran sebelumnya juga menyebutkan bahwa Oppo Find X9 Ultra mendatang kemungkinan akan dibekali dua kamera 200MP, masing-masing untuk sensor utama dan lensa telefoto.
Namun belum bisa dipastikan konfigurasi tiga kamera 200MP ini akan benar-benar hadir pada produk yang dirilis ke publik. Pembocor tersebut mengatakan pengujian telah “berakhir”.
Istilah ini cukup kabur, namun dapat diartikan bahwa konfigurasi tersebut mungkin hanya diuji secara internal oleh perusahaan sebelum dihentikan sementara pengembangannya.
Oleh karena itu, kita masih perlu menunggu bocoran atau informasi lebih lanjut untuk memastikan apakah teknologi kamera ini benar-benar akan digunakan pada perangkat yang dipasarkan di masa mendatang.

