Dalam hal kesehatan, kipas cenderung lebih aman daripada AC, selama mereka digunakan dengan cara yang benar. Kipas tidak secara drastis mengurangi suhu kamar, sehingga tubuh tidak mengalami perubahan suhu yang ekstrem.
Selain itu, penggunaannya juga lebih ramah lingkungan dan tidak berisiko menyebarkan patogen seperti AC yang tidak memiliki sistem penyaringan yang baik. Sementara itu, AC memang memberikan kesejukan maksimum dan dapat membantu pemulihan pasien di lingkungan rumah sakit.
Baca juga: Xiaomi meluncurkan produk AC pertamanya di Indonesia
Namun, jika tidak diobati dengan benar, AC dapat menjadi sarana untuk menyebarkan kuman dan menyebabkan udara dalam ruangan menjadi terlalu kering, yang dapat memperburuk masalah pernapasan, terutama bagi orang dengan alergi atau asma.
Jadi, jika Anda mempertimbangkan efek kesehatan umum, kipas lebih dianjurkan, terutama untuk orang yang memiliki sensitivitas terhadap udara kering atau perubahan suhu mendadak.
Namun, jika Anda memilih untuk menggunakan AC, penting untuk memastikan pemeliharaan rutin untuk tetap bersih dan sehat untuk bernafas. Dengan demikian, pilihan studiopena.com AC dan kipas tergantung pada cara menggunakannya.
Meskipun keduanya mampu memberikan kesejukan, masing -masing memiliki potensi efek samping terhadap kesehatan yang perlu diawasi. Oleh karena itu, penggunaan bijak dan sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan akan sangat mempengaruhi manfaat yang diperoleh.
Baca Juga: Cara Menghitung Watt Power dan Tagihan Listrik AC berdasarkan PK
Baca Juga: Mengenal AC Inverter dan Non-Inverter, Mana yang Lebih Baik?
Reporter: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Suryanto
Hak Cipta © studiopena.com 2025