Mengutip CNN International, Jumat (27/2/2026), krisis semikonduktor ini berakar pada booming teknologi AI yang memicu pesatnya perkembangan pusat data.
Akibatnya, produsen chip memori terbesar di Asia mengalihkan prioritas pasokan mereka untuk melayani industri AI, menyisakan stok perangkat konsumen seperti laptop, konsol game, dan ponsel yang sangat terbatas.
