Menurut Google, e-commerce masih menjadi tulang punggung utama. Sepanjang tahun 2024 hingga saat ini, sektor ini tumbuh sekitar 14 persen. Pada tahun 2030, nilai ekonomi e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai 140 miliar dolar.
Dibandingkan negara-negara Asia lainnya, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tergolong pesat. Pada tahun 2025, Indonesia akan mencatat pertumbuhan lebih dari 127 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Agung, ada tiga faktor yang mendorong lonjakan tersebut. Mulai dari keterlibatan pengguna, keinginan masyarakat untuk melakukan personalisasi layanan digital, hingga fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin marak di Indonesia.
Dalam hal adopsi AI, Indonesia menunjukkan tingkat adopsi yang tinggi. Sekitar 80 persen pengguna berinteraksi dengan AI setiap hari, 68 persen melakukan percakapan dan mengajukan pertanyaan, dan 50 persen menggunakan AI sebagai alat pengambilan keputusan.

