Meski demikian, Agung menegaskan AI tidak menggantikan peran manusia dalam menentukan keputusan akhir. “Bagaimana sebenarnya dinamika adopsi AI di Indonesia? Motivasi untuk menghemat waktu jelas, karena kita menginginkan efisiensi, dan juga faktor keamanan, perlindungan dari penipuan,” ujarnya.
Di dunia kerja, penggunaan AI juga semakin meluas. Lebih dari 70 persen pekerja telah menggunakan AI, dan 50 persen diantaranya berencana untuk memperdalam AI. Sementara itu, lebih dari 40 persen ingin berlatih menggunakan AI secara profesional dan pribadi.
Google juga menyoroti perang dalam mengembangkan bakat digital. Melalui program Gemini Academy, perusahaan telah melatih lebih dari 300 ribu pengguna di Indonesia. Program ini membantu guru, siswa, dan pekerja memahami AI secara praktis, termasuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif.

