studiopena.com, Jakarta – Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi di hadapan Senat Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya membeli data komersial yang memungkinkan agen federal melacak pergerakan dan lokasi individu.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai privasi warga negara dan upaya lembaga penegak hukum untuk menghindari konstitusi. Dalam keterangannya, Patel menegaskan praktik tersebut dilakukan dalam kerangka hukum yang berlaku.
“Kami membeli informasi yang tersedia secara komersial sesuai dengan Konstitusi dan undang-undang berdasarkan Undang-Undang Privasi Komunikasi Elektronik. Sejauh ini, data tersebut telah menghasilkan intelijen yang berharga bagi kami,” kata Patel, dikutip dari Engadget, Jumat (20/3/2026).
