3. Mengawasi aktivitas anak di dunia digital
Pantau penggunaan internet, media sosial, dan aplikasi komunikasi anak Anda. Selain pengawasan, penting juga untuk mengedukasi anak tentang risiko interaksi online dan pentingnya menjaga privasi.
4. Segera laporkan jika ada kecurigaan
Jika orang tua menemukan indikasi melakukan grooming pada anak atau mendapat pengakuan dari anak, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwajib, sekolah, atau lembaga perlindungan anak untuk mencegah dampak yang lebih luas.
5. Ajari anak mengenali tanda-tanda bahaya
Anak perlu diberikan pemahaman mengenai perilaku orang dewasa yang mencurigakan, seperti menanyakan rahasia, memberikan hadiah berlebihan, atau meminta melakukan hal yang membuat dirinya tidak nyaman.
Baca juga: Psikolog Sebut Grooming Anak Berbeda dengan Pedofilia
6. Kelola privasi akun media sosial anak
Pastikan pengaturan privasi akun anak berada pada tingkat aman dan informasi pribadi tidak dipublikasikan. Data sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, nama dan lokasi sekolah, serta rutinitas sehari-hari tidak boleh dibagikan di media sosial untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
7. Pantau aplikasi, situs, dan permainan yang digunakan anak
Orang tua perlu mengetahui platform digital apa yang diakses anak mereka. Batasi waktu Anda menggunakan perangkat, aktifkan fitur kontrol orang tua, dan pantau perangkat dengan memblokir atau memfilter konten dan interaksi online yang mengandung unsur tidak pantas.

