Site icon studiopena

Gen Z lebih memilih mengantri takjil ketimbang menelusuri media sosial saat menghabiskan waktu di Ngabuburit

Gen Z lebih memilih mengantri takjil ketimbang menelusuri media sosial saat menghabiskan waktu di Ngabuburit


studiopena.com, Jakarta – Makna “takjil” di Indonesia terus berkembang. Berakar dari kata Arab “ajila” yang berarti “menyegerakan”, istilah ini menjadi sinonim dengan berbuka puasa.

Riset terbaru Populix bahkan menemukan adanya pergeseran yang lebih dalam, dimana aktivitas berburu takjil kini telah terakulturasi menjadi tradisi sosial yang tidak lepas dari nafas bulan Ramadhan di Tanah Air.

Direktur Riset Populix Susan Adi Putra mengungkapkan fenomena berburu takjil saat ini menempati posisi teratas sebagai kegiatan ngabuburit terpopuler di kalangan Gen Z dan milenial.

“Popularitas kegiatan ini bahkan lebih besar dibandingkan aktivitas digital seperti berselancar di media sosial atau aktivitas rumah tangga seperti memasak untuk berbuka puasa,” kata Putra dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan data penelitian, sekitar 41 persen generasi muda kini memandang berburu takjil bukan sekedar bentuk self reward atau penghargaan diri setelah seharian berpuasa, melainkan sebuah tradisi unik yang statusnya tak tergantikan.

Antusiasme tersebut tercermin dari frekuensi pembelian yang sangat tinggi, dimana lebih dari separuh responden mengaku hampir setiap hari membeli takjil selama bulan suci Ramadhan.

Fenomena ini melibatkan partisipasi aktif baik laki-laki maupun perempuan secara setara. Hanya sebagian kecil responden yakni sekitar 5 persen yang menyatakan jarang atau tidak membeli takjil sama sekali.

Exit mobile version