1. Kontrol Resonan
Sekuel Control garapan Remedy Entertainment ini disebut-sebut menjadi pesaing terkuat. Remedy dikenal konsisten menghadirkan game aksi-petualangan dengan pendekatan visual tinggi, narasi beragam, dan kualitas teknis matang.
Pendahulunya sukses mengantongi delapan nominasi The Game Awards 2019, sedangkan Alan Wake 2 nyaris menjuarai GOTY 2023. Dengan debut trailer yang mencuri perhatian di The Game Awards 2025, Control Resonant tak bisa dipandang sebelah mata.
2. Requiem Setan Penduduk
Capcom kembali mengandalkan kekuatan salah satu franchise andalannya. Beberapa tahun terakhir, serial Resident Evil hampir selalu hadir di daftar nominasi GOTY.
Meski peluang menangnya tidak sebesar GTA 6, Capcom hampir selalu berhasil menjaga kualitas. Kehadiran Resident Evil Requiem diyakini akan kembali mengamankan tempat di daftar kandidat.
3. Wolverine dari Marvel
Game Marvel’s Wolverine dari Insomniac Games menjadi salah satu proyek dengan skala produksi terbesar pada tahun ini. Dari segi anggaran dan nilai produksi, game ini merupakan salah satu dari sedikit judul yang mampu menyaingi ambisi GTA 6.
Insomniac dikenal rajin mengumpulkan nominasi di The Game Awards meski jarang meraih kemenangan. Namun, pendekatan yang lebih gelap, karakter yang lebih brutal, dan aksi yang jauh lebih kejam dibandingkan Spider-Man bisa menjadi pembeda yang signifikan.
4. Lambang Api: Tenunan Keberuntungan
Nintendo hampir selalu memiliki perwakilan di kategori GOTY. Meski belum jelas apa judul game utama mereka di akhir tahun 2026, Fire Emblem: Fortune’s Weave dinilai cukup kuat untuk mengisi kekosongan tersebut.
Seri Fire Emblem tidak begitu populer dan memiliki reputasi kritis. Gaya cerita ala anime dan gameplay taktisnya semakin diterima oleh pasar mainstream.
5. Darah Dawnwalker
Peran juri Eropa dalam The Game Awards semakin signifikan, terutama dalam mendukung RPG berskala besar. The Blood of Dawnwalker, proyek debut Rebel Wolves, berpotensi menarik dukungan tersebut.
Studio ini dikelola oleh developer berpengalaman yang sebelumnya pernah terlibat dalam The Witcher 3. Dengan pendekatan serupa, game ini dinilai mampu mencuri perhatian dan menjadi kuda hitam di GOTY 2026.

