2. Makanan keras
Makanan keras yang dimaksud adalah makanan yang ujungnya tajam setelah dikunyah, seperti keripik, tulang kecil, atau makanan berduri. Makanan jenis ini berisiko menempel pada gusi, memicu luka, dan menyebabkan peradangan.
Meski peradangannya kecil, namun tetap bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, jadi makanan keras sebaiknya dihindari saat gusi bengkak. Jika tetap ingin mengkonsumsinya, kunyahlah secara perlahan hingga halus agar tidak menimbulkan luka atau tersangkut di gusi. Selain itu, makanan keras juga berisiko membuat gigi rapuh akibat gigi berlubang atau patah.
3. Makanan olahan tepung
Makanan olahan berbahan dasar tepung seperti roti, biskuit, kue, dan keripik mengandung pati yang mudah menempel di gusi dan sela-sela gigi. Sisa makanan tersebut menjadi sumber makanan bagi bakteri penyebab kerusakan gigi dan radang gusi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, penumpukan sisa makanan dan bakteri akan membentuk karang gigi yang kemudian memicu pembengkakan gusi.
4. Makanan dan minuman asam
Lingkungan asam di mulut dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab radang gusi. Selain itu, asam juga dapat mengikis lapisan pelindung gusi dan gigi, memperparah peradangan, dan menimbulkan rasa nyeri.
Beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk sementara waktu adalah jeruk, lemon, jeruk nipis, nanas, anggur, serta makanan yang mengandung cuka seperti acar dan acar.
5. Makanan dan minuman dingin
Saat gusi meradang, saraf gusi menjadi lebih sensitif terhadap suhu rendah. Makanan dan minuman yang terlalu dingin dapat meningkatkan rasa sakit dan memperburuk peradangan.
Sebaiknya tunggu hingga makanan mencapai suhu ruangan sebelum dikonsumsi. Contoh makanan dan minuman dingin yang sebaiknya dihindari studiopena.com lain es krim, es batu, dan yoghurt beku.

