studiopena.com, Jakarta – Industri ponsel pintar sering kali terjebak dalam siklus pembaruan kecil yang berulang. Namun, setiap beberapa tahun, muncul perangkat yang berpotensi mengubah standar pasar secara radikal. Memasuki tahun 2026, para pecinta smartphone (salah satunya) akan fokus pada Vivo X300 Ultra.
Berdasarkan bocoran spesifikasi yang beredar, Vivo nampaknya enggan bersaing dalam perang “gimmick” AI sendirian. Sebaliknya, pabrikan asal Tiongkok ini memilih jalur performa dengan membangun perangkat menyerupai “tank” di kelas andalannya.
Mengutip Gizchina, Minggu (8/2/2026), fokus utama Vivo X300 Ultra terletak pada konfigurasi kameranya yang ekstrem. Vivo dikabarkan bakal mengusung sistem kamera ganda 200MP yang memadukan sensor Sony LYT901 untuk kamera utama dan HPB Samsung untuk lensa periskop.
Langkah ini bukan sekadar strategi pemasaran. Inovasi yang paling dinantikan adalah hadirnya Continuous Optical Zoom (zoom optik berkelanjutan).
Selama ini transisi zoom pada ponsel terasa terputus-putus karena sistem hanya beralih antar lensa tetap. Jika Vivo berhasil mengintegrasikan perakitan mobile optic ke dalam bodi ponsel, maka standarisasi mobile videography akan beralih ke level profesional.
Untuk meningkatkan kualitas visual, Vivo juga menyertakan sensor multi-spektral 5MP yang berfungsi menangkap akurasi warna kulit secara tepat – memperkuat identitasnya sebagai kamera Zeiss profesional yang berjalan di sistem operasi Android.

