Site icon studiopena

Ibadah sambil Jualan, Delapan Ide Bisnis di Bulan Ramadhan

Beribadah sambil berjualan, delapan ide usaha selama bulan Ramadhan

Jakarta (studiopena.com) – Ramadhan merupakan masa di mana aktivitas perekonomian masyarakat lebih aktif dan dinamis dibandingkan hari-hari biasa.

Sepanjang periode ini, permintaan terhadap berbagai kebutuhan masyarakat semakin meningkat, mulai dari bahan pokok, aneka jajanan, hingga perlengkapan ibadah.

Kondisi tersebut menjadikan Ramadhan sebagai momentum yang tepat untuk membuka dan mengembangkan berbagai peluang usaha.

Dengan mencermati peluang bisnis, memilih konsep bisnis yang tepat, dan perencanaan yang matang, ide bisnis di bulan Ramadhan bisa berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan yang tidak hanya menjanjikan, namun juga berkelanjutan.

1. Perlengkapan ibadah

Di bulan Ramadhan, banyak orang yang lebih giat beribadah demi memburu pahala yang berlipat ganda.

Untuk menambah semangat serta menunjang kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah, tidak sedikit masyarakat yang memilih membeli perlengkapan ibadah baru.

Oleh karena itu, menjual perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, tasbih, sarung dan jubah pria bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di bulan Ramadhan.

2. Busana muslim

Masyarakat muslim Indonesia mempunyai tradisi membeli pakaian muslim baru pada bulan Ramadhan, baik untuk digunakan pada saat salat tarawih maupun pada saat perayaan Idul Fitri.

Setiap tahunnya, tren pakaian muslim memang berbeda-beda. Nah, bagi para pelaku usaha yang ingin menggunakan atau mengembangkan ide bisnis ini, penting untuk selalu mengikuti perkembangan tren, agar produk yang ditawarkan mampu memenuhi permintaan pasar.

3. Tanggal

Selama bulan Ramadhan, kurma menjadi salah satu buah yang hampir selalu tersedia di setiap rumah umat Islam. Hal ini bukan tanpa alasan, namun karena Rasullullah SAW menganjurkan umatnya untuk berbuka puasa dengan makan kurma.

Tak heran, ketika permintaan kurma meningkat di bulan Ramadhan, hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Pelaku usaha juga bisa menambahkan inovasi sederhana dengan membuat kurma yang diisi berbagai topping seperti keju dan coklat agar rasanya lebih variatif dan mampu menarik pelanggan khususnya remaja dan anak-anak.

4. Katering menu buka dan sahur

Banyak masyarakat terutama pelajar dan pekerja yang tidak memiliki cukup waktu untuk memasak atau membeli menu buka puasa dan sahur sehingga cenderung membutuhkan makanan yang praktis dan siap disantap.

Membuka usaha katering bisa menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Dengan memberikan pilihan menu yang beragam, harga yang sesuai, serta promosi melalui WhatsApp atau media sosial lainnya, minat pelanggan dapat meningkat sehingga terpacu untuk kembali melakukan pembelian sepanjang bulan Ramadhan.

5. Makanan beku

Menjual makanan beku di bulan Ramadhan berpotensi menghasilkan keuntungan yang menjanjikan, karena produk ini menawarkan kepraktisan bagi konsumen yang hanya perlu mengolahnya dengan cara dimasak atau dikukus sebelum disajikan.

Daya tarik utama dari makanan beku terletak pada umur simpannya yang relatif lama sehingga konsumen dapat menyimpannya lebih lama tanpa khawatir akan basi.

Hal ini menjadikan makanan beku menjadi pilihan yang lebih praktis dan ekonomis, karena dapat dibeli dalam jumlah banyak sekaligus dan diolah sesuai kebutuhan.

Sejumlah produk makanan beku yang banyak diminati selama bulan Ramadhan studiopena.com lain risol isi, pastel, cireng isi, mini kebab, bahkan dimsum.

6. Bumbu masak siap pakai

Bumbu siap masak yang dijual dalam bentuk beku banyak diminati oleh ibu-ibu rumah tangga yang ingin memasak secara praktis namun tetap menghasilkan cita rasa yang nikmat tanpa harus mengolah bumbu dari awal.

Bumbu yang bisa dijual adalah bumbu merah, putih dan kuning, serta varian khusus seperti rendang dan opor yang semakin diminati jelang lebaran.

Didukung kemasan yang higienis, umur simpan yang lama, serta penerapan strategi pemasaran online dan sistem pre-order, produk ini berpotensi menghasilkan keuntungan.

7. Parsel dan parsel

Tradisi Ramadhan lainnya adalah mengirimkan parsel dan parsel sebagai hadiah kepada teman atau keluarga untuk mempererat tali silaturahmi.

Oleh karena itu, menjual hampers dan parsel bisa menjadi peluang bisnis yang potensial, dan sangat cocok bagi Anda yang mempunyai hobi berkreasi.

Kuncinya terletak pada pemilihan isi hamper dan parsel yang menarik, kemasan yang estetis, serta strategi pemasaran yang tepat seperti promosi online melalui media sosial.

8. Amplop THR

Menjelang Idul Fitri, amplop THR dengan desain unik menjadi salah satu produk yang banyak diminati.

Penjual dapat dengan bebas berkreasi untuk menghasilkan tema yang unik, khas dan berbeda sehingga produk terlihat lebih eksklusif dan memiliki daya tarik tersendiri.

Jika dipasarkan secara online atau melalui marketplace, amplop THR ini berpotensi menarik minat banyak pembeli dan meningkatkan peluang penjualan.

Baca juga: Lima Tips Meningkatkan Omzet Penjualan Saat Ramadhan

Baca juga: Mobil Rp 100 Juta untuk Bisnis Saat Ramadhan

Baca juga: Omzet bisnis fashion muslim meningkat signifikan

Reporter: Nadine Laysa Amalia
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © studiopena.com 2026

Dilarang keras mengambil konten, crawling, atau pengindeksan otomatis AI pada situs ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita studiopena.com.

Exit mobile version