studiopena.com, Jakarta – Dunia kecantikan Korea, yang dikenal sebagai K-Beauty, telah lama menjadi kiblat global dalam menetapkan standar perawatan kulit. Jelang tahun baru, prediksi tren K-Beauty, kecantikan ala Korea, mulai bermunculan. Salah satunya meramalkan akan berakhirnya era rutinitas perawatan kulit yang berlebihan dan menyita waktu, seperti 10 tahapan perawatan kulit.
Menurut Elle, Rabu 19 November 2025, pendekatan yang mengutamakan kuantitas produk juga akan ditinggalkan. Tren media sosial yang penuh tipu muslihat, seperti menempelkan sebotol krim boba bead ke wajah atau menggunakan kemasan produk palsu raksasa dengan formula berlebihan, sudah tidak lagi menjadi hal yang biasa. Sebaliknya, konsumen kini beralih ke produk yang telah diuji, dikembangkan oleh dokter kulit, dan berfokus pada perbaikan kulit yang nyata.
Caroline Choi, pendiri merek K-Beauty Mizz Korea, menggambarkan arah baru ini sebagai gelombang “minimalisme cerdas”. Ini bukan sekadar menyederhanakan rutinitas, namun meningkatkan kualitas setiap langkah yang diambil.
Konsumen dapat mengharapkan penekanan pada material baru dan teknologi tekstur transformatif, dengan produk yang dapat berubah bentuk saat digunakan. Format menyenangkan seperti kuku jeli juga diprediksi akan populer. Fokus utamanya adalah perawatan kulit yang mewah, multitasking, dan sangat intuitif, menggantikan kebiasaan lama yang membingungkan dan melelahkan.
Sejalan dengan minimalisme tersebut, kategori perawatan kulit yang dirancang untuk memperkuat, memulihkan dan menjaga pelindung kulit akan terus berkembang. Tujuannya bukan untuk membebani kulit dengan terlalu banyak bahan aktif yang keras, melainkan untuk mendukung kesehatan dasarnya.

