“Kita masih melihat harga pasarnya dulu, baru kemungkinan-kemungkinan lain. Karena semua pasti harus mengikuti aturan. Kalau TKDN harus dilakukan, berarti kita harus melakukan investasi lagi,” jelasnya.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga menegaskan tak ingin terburu-buru menghadirkan form factor baru ke Indonesia, apalagi berpotensi mengorbankan kualitas produk.
Hingga saat ini, Samsung masih belum melihat peluang Galaxy Z Trifold masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Sambil melakukan pendekatan bertahap, perusahaan ingin memantau perkembangan konsumen, media, dan pasar sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk meluncurkan ponsel ini ke pasar Indonesia.
Bagaimanakah, tertarik membeli ponsel layar lipat pertama Samsung?

