Kenali bakteri Salmonella dan Bacillus cereus yang menyebabkan keracunan

Mengenal bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus penyebab keracunan

2. Enterotoxin (Diare Syndrome)

Racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus akan terbentuk di usus kecil setelah seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala keracunan biasanya mulai muncul dalam 6 hingga 15 jam setelah makanan memasuki tubuh, dan dapat bertahan selama 12 hingga 24 jam sebelum akhirnya gejalanya mereda.

Beberapa jenis makanan yang rentan menyebabkan keracunan karena bakteri ini termasuk susu olahan, ikan, daging, sayuran, saus, sup, rebusan.

Gejala yang menyebabkan dapat bervariasi, tergantung pada jenis racun yang diproduksi. Di Bacillus cereus, jenis enterotoksin, gejala yang muncul termasuk kram perut, nyeri perut, mual, diare berair yang kadang -kadang disertai dengan darah atau lendir.

Sementara itu, tipe emetik Bacillus cereus lebih sering menyebabkan gejala muntah dan mual, meskipun dalam beberapa kasus juga dapat diikuti dengan diare.

Itu adalah penjelasan tentang bakteri Salmonella dan Bacillus cereus yang dapat menjadi penyebab keracunan dari makanan.

Sebagai informasi, salah satu program presiden Prabowo yang sangat baik, yaitu GRATIS Nutritional Meal (MBG) yang telah dilakukan dari Januari hingga September 2025. Sampai sekarang, ada 70 kasus dalam implementasinya, termasuk keracunan di berbagai daerah dan sebanyak 5.914 penerima MBG telah terpengaruh.

Menanggapi itu, Presiden Prabowo memerintahkan bahwa semua dapur MBG yang dikelola oleh Unit Pemenuhan Layanan Nutrisi (SPPG) harus dilengkapi dengan kit tes, untuk memastikan keamanan makanan yang disajikan kepada anak -anak bergizi permanen.

Baca Juga: Hindari Salmonella, ini adalah cara menyimpan dan memasak telur dengan aman

Reporter: Putri Atika Chairulia
Editor: Suryanto
Hak Cipta © studiopena.com 2025

Dilarang secara ketat untuk mengambil konten, melakukan merangkak atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari kantor berita studiopena.com.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *