Gibran juga berharap bahwa penerapan AI di Indonesia dapat lebih luas dan tidak hanya terbatas pada bidang kreatif seperti foto, video, atau animasi. Dia menekankan pentingnya penggunaan AI di sektor publik, seperti administrasi pemerintah, pembayaran pajak, untuk mitigasi bencana.
“Di masa depan, kami ingin nama layanan publik, pembayaran pajak, atau nanti besok kami akan pulang, ya, kami ingin nanti untuk masalah lalu lintas (lalu lintas) dapat dibantu oleh AI. Jadi penumpukan di jalan keluar dan tempat -tempat lain dapat diselesaikan dengan AI,” harapkan.
Atau mungkin juga karena akhir -akhir ini banyak banjir, nanti di masa depan saya yakin AI juga dapat membantu, “katanya.
Setelah menghadiri Talkshow, Wakil Presiden mengunjungi Pameran Teknologi AI yang menampilkan berbagai inovasi berdasarkan kecerdasan buatan. Beberapa stan yang ia dekati termasuk robot distribusi bola tenis, museum realitas virtual catur Indonesia, kimia laboratorium virtual, dan kertas piezoelektrik yang fleksibel.
Selama kunjungannya, Gibran juga tertutup dalam sejumlah tokoh seperti Wakil CEO kelompok Lippo Indonesia Adrian Sewerman dan presiden National Intelligence Intelligence (NAII) Dekan Fakultas Intelijen Buatan Rizaldi Setiabudi.