studiopena.com, Jakarta – Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menyisakan pemandangan memilukan di Masjid Darul Mukhlisin. Hujan deras telah membanjiri sebagian besar hutan hujan di dekatnya, membawa kayu-kayu yang kini mengelilingi tempat ibadah tersebut.
Warga sekitar dan santri di ponpes yang terhubung dengan masjid tersebut kini terpaksa mencari lokasi lain untuk beribadah karena kerusakan parah yang terjadi. Struktur bangunan masjid dikelilingi tumpukan kayu yang sangat besar.
Seorang warga Desa Tanjung Karang bernama Angga (37) mengungkapkan kebingungannya melihat banyaknya material kayu yang menumpuk. “Kami tidak tahu dari mana semua kayu ini berasal,” ujarnya dikutip France24, Jumat 19 Desember 2025.
Sebelumnya, masjid ini selalu ramai dikunjungi jamaah, baik warga sekitar maupun santri yang mengikuti salat sehari-hari dan Jumat. Namun kini, keadaan telah berubah total. “Sekarang sudah tidak mungkin dipakai. Dulu masjidnya berdiri di dekat sungai,” kata Angga.
Ia menambahkan, “Tetapi sungai itu telah hilang, berubah menjadi tanah mati.” Menurut warga desa, struktur masjid kemungkinan besar tahan terhadap hantaman pepohonan dan kayu yang terbawa arus deras, sehingga mencegah kerusakan lebih besar di kawasan hilir sungai.
Dampak kemanusiaan dari banjir di Sumatra sangat besar dan tragis. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Jumat 12 Desember 2025, jumlah korban meninggal mencapai lebih dari seribu orang.

