Mengapa sebaiknya menghindari penggunaan deterjen yang mengandung SLS dan paraben?

Mengapa sebaiknya menghindari penggunaan deterjen yang mengandung SLS dan paraben?

Sementara itu, paraben (kependekan dari p-hydroxybenzoates) merupakan salah satu bahan pengawet kimia yang paling umum. Menurut laman health.clevelandclinic.org, paraben telah digunakan sebagai bahan pengawet sejak tahun 1920-an.

Menurut dokter penyakit dalam Anthony Taylor, DO, paraben berfungsi melindungi produk dari hal-hal yang memperpendek umur simpan, seperti ragi, bakteri, dan jamur. Paraben terdapat secara alami di beberapa tanaman dan buah-buahan, namun sebagian besar paraben yang digunakan saat ini diproduksi secara sintetis oleh industri.

Lantas, mengapa sebaiknya menghindari produk pembersih yang mengandung SLS dan Paraben? Meski tidak semua orang mengalami efek yang sama, paparan kedua bahan kimia tersebut bisa mengiritasi kulit.

Mengutip Nisargnutrition.com, kedua bahan kimia tersebut diketahui dapat menyebabkan dehidrasi kulit dan menghilangkan minyak alami. Kekeringan, iritasi, kemerahan, dan sensitivitas dapat terjadi.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *