Mengenal Makna dan Tujuan Perayaan Hari Ibu 22 Desember di Indonesia

Mengenal makna dan tujuan perayaan Hari Ibu 22 Desember di Indonesia

Makna Hari Ibu tidak hanya sebatas merayakan dan mengapresiasi jasa para ibu, namun juga sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh perempuan Indonesia. Hal ini juga mencakup pengakuan atas perjuangan perempuan untuk mencapai posisi yang lebih setara dalam masyarakat dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Syukur atas kehadiran seorang ibu

Dalam Islam, ibu mempunyai kedudukan yang sangat mulia. Al-Qur’an dan hadis mengajarkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu dan ayah. Peringatan Hari Ibu dapat dianggap sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan pengabdian kepada ibu.

Penghormatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peran ibu dalam reproduksi, tetapi juga mencakup peran sosial ibu dalam keluarga dan masyarakat. Dalam Islam, ibu dihormati sebagai sosok yang memberikan kasih sayang, dukungan dan pengorbanan demi kebahagiaan keluarga.

Menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dimulai sepuluh tahun setelah Kongres Perempuan Indonesia Pertama. Pada tahun 1938, Kongres Perempuan Indonesia III yang diselenggarakan di Bandung menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Ibu untuk memperingati perjuangan perempuan Indonesia yang telah berjasa besar dalam meraih kemerdekaan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 yang resmi menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Meski hari ini merupakan hari nasional, namun peringatannya tidak dibarengi dengan hari libur nasional.

Baca juga: Link download twibbon Hari Ibu 2024

Baca juga: Survei BRIN Ungkap Penghinaan Masih Sering Dihadapi Perempuan di Dunia Politik

Baca juga: DPR: Pemberdayaan perempuan penting untuk Indonesia Emas 2045

Reporter: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Hak Cipta © studiopena.com 2024

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *