Site icon studiopena

Menilik Tren Pariwisata Ramah Muslim Tahun 2026, China Jadi Destinasi Kuda Hitam

Menilik Tren Pariwisata Ramah Muslim Tahun 2026, China Jadi Destinasi Kuda Hitam


Pada kesempatan terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menargetkan Indonesia menjadi yang terdepan dalam penerapan pariwisata ramah muslim.

“Dengan keunggulan kompetitif yang unik, skala dan potensi ini seharusnya menjadikan kita pemimpin dalam pariwisata ramah Muslim,” kata Menpar saat menjadi keynote speaker pada “The 7th International Halal in Tourism Summit 2025” di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis, 9 November 2025.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Enhaii Halal Tourism Center (EHTC), dan Crescent Rating meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. IMTI merupakan indeks yang mengukur kesiapan provinsi yang berkorelasi langsung dengan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), yang menjadi acuan peringkat pariwisata ramah Muslim global.

“Lebih dari sekadar pengukuran, indeks ini akan memandu kita dalam menyelaraskan standar dan sertifikasi agar pelayanan ramah Muslim konsisten secara nasional dan dipercaya wisatawan,” kata Menpar.

Pada edisi 2025, IMTI menilai 15 provinsi unggulan yakni Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan DI Yogyakarta. Hasilnya, lima provinsi terbaik kajian IMTI 2025 adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Jawa Tengah. Kemudian berturut-turut provinsi terbaiknya adalah Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Gorontalo, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Riau, dan Bengkulu.

Exit mobile version