Sebelumnya, OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.2, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim memiliki respon lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya dan penantang utama Gemini 3 Pro.
Peluncuran ini bertepatan dengan pengumuman kolaborasi lisensi Sora dengan Disney, menandai langkah agresif OpenAI di tengah ketatnya persaingan AI global.
Mengutip ruang redaksi di situs OpenAI, Minggu (21/12/2025), GPT-5.2 membawa peningkatan signifikan dalam pembuatan spreadsheet, menyiapkan presentasi, menulis kode, memahami gambar, dan mengelola konteks panjang dan proyek multi-tahap yang kompleks.
Varian tercanggihnya, GPT-5.2 Thinking, diklaim jauh lebih unggul dibandingkan GPT-5.1. OpenAI mengatakan model AI ini menghasilkan kesalahan faktual 30 persen lebih sedikit. Peningkatan ini menargetkan kebutuhan profesional seperti penelitian, penulisan, analisis, dan dukungan pengambilan keputusan.
“Bagi para profesional, ini berarti lebih sedikit kesalahan saat menggunakan model untuk penelitian, penulisan, analisis, dan pendukung keputusan, menjadikan model lebih andal untuk pekerjaan berbasis pengetahuan sehari-hari,” tulis OpenAI.
Model baru ini juga diklaim lebih komunikatif. OpenAI mengatakan GPT-5.2 Instan dikatakan memiliki peningkatan dan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan informasi, panduan langkah, penulisan teknis, dan terjemahan yang dibangun berdasarkan nada percakapan yang lebih hangat yang diperkenalkan di GPT-5.1 Instan.
OpenAI membawa ekspektasi besar setelah rilis GPT-5 pada awal tahun 2025 mendapat kritik. Banyak pengguna yang mengeluh bahwa jawabannya “kurang cerdas” dan model karakter terasa datar, sehingga memerlukan OpenAI untuk mengembalikan GPT-4o.
Kini, melalui GPT-5.2, OpenAI berupaya mengembalikan kepercayaan pengguna sekaligus menunjukkan keseriusannya menghadapi tekanan kompetitor seperti Gemini 3 Pro.

