studiopena.com, Jakarta – Ponsel lipat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama pengguna smartphone generasi berikutnya. Inovasi layar fleksibel yang memberikan pengalaman berbeda, serta desain kompak yang mudah disimpan di saku menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Meski berbagai inovasi terus dihadirkan dalam beberapa tahun terakhir, namun minat terhadap ponsel lipat akan mulai menurun pada tahun 2025. Sejumlah indikator pasar menunjukkan minat konsumen terhadap perangkat tersebut tidak lagi setinggi saat pertama kali diperkenalkan ke publik.
Hal ini menimbulkan tanda tanya, apakah penurunan tersebut hanya bersifat sementara atau merupakan indikasi perubahan tren yang lebih luas di industri ponsel pintar?
Perangkat Lipat Tahun 2025 Mengalami Penurunan yang Jarang Terjadi Setelah Bertahun-Tahun Ekspansi
Ponsel layar mencatat peningkatan pesat di awal tahun 2020-an. Hal ini dipicu oleh banyaknya pabrikan yang masuk ke segmen tersebut, didukung oleh teknologi yang semakin matang dan harga sejumlah model yang semakin terjangkau.
Namun tren ini akan mulai menurun pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, pengiriman panel layar lipat diperkirakan akan turun sekitar 4 persen pada tahun 2025, setelah mengalami stagnasi pada tahun 2024.
Data ini menunjukkan minat terhadap ponsel lipat mulai berkurang. Produsen juga disebut membatasi peluncuran produk dengan merilis model lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

