studiopena.com, Jakarta – Resident Evil kembali menjadi sorotan, namun kali ini bukan karena rumor game baru atau rekor penjualan Resident Evil Requiem.
Capcom, penerbit di balik seri Resident Evil, dikabarkan semakin dekat dengan investor Arab Saudi setelah Electronic Gaming Development Company atau EGDC mengakuisisi 5,03 persen saham perusahaan Jepang tersebut.
Jika digabungkan dengan kepemilikan sebelumnya melalui Dana Investasi Publik atau PIF, total eksposur entitas Saudi di Capcom kini berada di kisaran 10 persen, seperti dikutip dari IGN, Rabu (18/3/2026).
Laporan kepemilikan saham tersebut telah disampaikan kepada otoritas keuangan Jepang pada 13 Maret 2026. Dalam dokumen tersebut, EGDC tercatat memegang 26.788.500 saham Capcom.
Meski banyak pihak yang berspekulasi bahwa investasi ini bertujuan untuk mengambil alih kendali operasional perusahaan, namun dokumen tersebut menyebut tujuan kepemilikan tersebut sebagai “investasi murni” atau investasi murni untuk keuntungan finansial.
Masuknya EGDC membuat nama Capcom ikut terseret gelombang investasi besar Arab Saudi di industri game global. Sebelumnya, PIF juga sempat membeberkan kepemilikan lebih dari 5 persen di Capcom pada tahun 2022.
Melalui penambahan terbaru ini, pengaruh modal Arab Saudi pada perusahaan pemilik Resident Evil, Street Fighter, dan Monster Hunter semakin berkembang.
Hingga saat ini, belum ada sinyal publik bahwa langkah EGDC tersebut akan mengubah arah bisnis Capcom dalam waktu dekat. Arab Saudi tidak melambat dalam memperluas pijakannya di industri game internasional.
Setelah memasukkan sederet nama besar, kini penerbit Resident Evil juga masuk dalam lingkaran pengaruh investasi tersebut.

