BPOM telah mengevaluasi penilaian semua keamanan pangan, termasuk keamanan panas dalam saus teh yang membutuhkan pemenuhan batas migrasi baik yang dibuat dari kertas dan plastik.
Ini tercantum dalam regulasi kepala nomor agen POM HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang pengawasan kemasan makanan.
Namun, hasil penelitian terbaru Ecoton menyatakan sebaliknya. Polimer polietilen dalam kantong teh terbukti dilepaskan ketika air panasnya 95 derajat Celcius dan setelah pemanasan.
Mikroplastik yang ditemukan dalam kantong teh terdiri dari polimer seperti polietilen (PE) dan nilon, yang berfungsi sebagai bahan utama dari lapisan kantong teh.
Karena ada kontradiksi potensial studiopena.com hasil penelitian Ecoton terbaru dan evaluasi BPOM sebelumnya, BPOM masih perlu melakukan pencarian lebih lanjut terkait dengan mikroplastik dalam kantong teh.
Temuan tentang mikroplastik dalam merek -merek celup teh populer di Indonesia telah membuatnya sadar bahwa pentingnya efek kesehatan dari produk sehari -hari yang kami konsumsi.
Keterlibatan semua pihak diperlukan untuk memastikan bahwa produk yang kami konsumsi tidak hanya aman, tetapi juga mendukung kesehatan jangka panjang masyarakat.
Baca Juga: Ancaman Mikroplastik Pulau Thousand Islands, Polusi Berbahaya Yang Tak Terlihat
Baca Juga: Profesor FMIPA UI: Tantangan Mikroplastik Laut Indonesia yang Serius
Reporter: Putri Atika Chairulia
Editor: Suryanto
Hak Cipta © studiopena.com 2025