Ketiadaan dana cadangan membuat kondisi keuangan rentan ketika menghadapi kejadian yang tidak terduga, seperti gangguan kesehatan atau hilangnya sumber pendapatan.
Cara mengelola stres akibat masalah keuangan
1. Menerima kondisi keuangan saat ini
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengakui keadaan keuangan Anda apa adanya tanpa menyalahkan diri sendiri. Sikap penyangkalan justru dapat memperpanjang stres dan menghambat upaya perbaikan. Dengan menerima kenyataan yang ada, seseorang dapat mulai mengembangkan langkah-langkah yang lebih rasional dan terarah.
2. Mengembangkan gambaran keuangan yang komprehensif
Membuat catatan rinci tentang semua pemasukan, pengeluaran dan kewajiban hutang. Informasi yang terstruktur dengan jelas membantu mengurangi kecemasan karena urusan keuangan menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami. Tak sedikit orang yang merasa lebih tenang setelah mengetahui kondisi keuangannya secara utuh.
3. Hindari perilaku negatif
Dalam kondisi stres, sebagian orang melampiaskan tekanan finansialnya melalui kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, berjudi, atau melakukan perbuatan melawan hukum.
Alih-alih menghilangkan stres, perilaku ini justru berpotensi memperburuk keadaan. Pada tingkat tertentu, stres yang disertai perilaku negatif dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.
4. Buka diri Anda terhadap peluang baru
Mengatasi masalah keuangan terkadang membutuhkan perubahan cara berpikir dan bertindak. Anda bisa mulai mempertimbangkan peluang tambahan untuk mendapatkan penghasilan, sekaligus memotivasi diri sendiri untuk terus berusaha melepaskan diri dari tekanan finansial. Mengikuti pelatihan keterampilan, mengambil pekerjaan sampingan, atau mengembangkan kemampuan bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi keuangan Anda.
5. Mintalah dukungan dari orang terdekat
Banyak individu yang merasa enggan membicarakan masalah keuangan karena malu atau takut dianggap tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik. Namun, dalam situasi sulit, meminta bantuan bukanlah hal yang salah. Dukungan tidak selalu berbentuk materi, namun bisa berupa saran, masukan, atau pandangan baru untuk mencari solusi.

