Tekanan emosional dan fisik, misalnya karena kecelakaan, penyakit serius, atau kelelahan ekstrem, dapat menyebabkan kondisi yang disebut Effluvium Telogen. Dalam fase ini, rambut berhenti tumbuh dan memasuki istirahat, sehingga jatuh dalam jumlah besar saat keramas atau menyisir.
6. Kehamilan
Rambut rontok selama kehamilan atau setelah persalinan umumnya dikaitkan dengan perubahan hormon pada tubuh. Kondisi ini biasanya hanya sementara, berlangsung sekitar satu hingga enam bulan. Meskipun tidak dapat sepenuhnya dicegah, kerugian dapat diminimalkan dengan mengonsumsi vitamin prenatal secara teratur sesuai dengan rekomendasi dokter.
7. Faktor genetik
Selain hormon, keturunan juga merupakan penyebab utama kerontokan rambut yang cukup sulit untuk dihindari. Masalah ini biasanya muncul seiring bertambahnya usia. Pada pria, kehilangan sering ditandai oleh lini belakang garis rambut dan penampilan area botak di kepala. Sedangkan pada wanita, rambut rontok lebih terlihat di mahkota dengan rambut yang menipis perlahan.
Baca Juga: Kiat Perawatan Rambut Untuk Dr. Nadia Alaydrus
Baca juga: Tips untuk mencegah kerusakan rambut pada remaja
Reporter: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Suryanto
Hak Cipta © studiopena.com 2025
Dilarang secara ketat untuk mengambil konten, melakukan merangkak atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari kantor berita studiopena.com.