studiopena.com, Jakarta – Pernahkah Anda menerima notifikasi “iPhone Storage Full” atau “iPhone Storage Full”? Tentu saja notifikasi ini paling sering membuat pengguna panik.
Penampilannya seringkali tidak ideal. Baik Anda sedang berlibur, ingin merekam video saat perayaan Natal, atau masih banyak lagi.
Langkah-langkah yang biasa dilakukan banyak pengguna iPhone selalu sama, buka Pengaturan, pilih Umum, lalu buka Penyimpanan iPhone untuk melihat data apa yang paling banyak memakan ruang.
Setelah itu, foto-foto lama dan aplikasi yang jarang digunakan akan dihapus dengan harapan dapat mengosongkan ruang penyimpanan di iPhone.
Seringkali masalahnya bukan pada foto atau aplikasinya. Seringkali pelakunya adalah kategori yang disebut “Data Sistem”. Pada iPhone 256 GB, Data Sistem dapat menghabiskan puluhan gigabyte (GB).
Hal ini seringkali menimbulkan kebingungan pengguna, karena System Data tidak menampilkan detail file tertentu sehingga sulit untuk dikelola. Jadi, apa itu System Data di iPhone dan bagaimana cara menguranginya.
Menurut penjelasan resmi Apple, Data Sistem adalah data yang sepenuhnya menjadi bagian dari penyimpanan iPhone, termasuk cache, log, dan sumber daya yang saat ini digunakan oleh sistem.
Selain itu, Data Sistem juga berisi file-file sementara yang umurnya pendek dan secara aktif digunakan oleh iOS untuk memastikan iPhone tetap berjalan dengan lancar.
Besaran System Data juga bisa berubah secara signifikan, dari sebelumnya mencapai 80 GB, keesokan harinya turun menjadi 50 GB.
Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu menjelaskan bahwa pengguna tidak perlu menghapus Data Sistem secara manual untuk mengosongkan penyimpanan, karena iOS dirancang untuk memantau dan mengelola penyimpanan secara otomatis.
Apple juga menegaskan bahwa sistem manajemen otomatis ini memperhatikan kapasitas penyimpanan yang tersedia agar iPhone tetap berjalan maksimal tanpa mengganggu kinerja perangkat.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir atau menghapus Data Sistem secara manual. Sebab penghapusan Data Sistem tidak bisa dilakukan secara manual, karena iOS telah dirancang untuk secara otomatis menentukan kapan dan data apa saja yang perlu dibersihkan.
Perusahaan juga memastikan sistem akan mengelola penyimpanan secara mandiri sesuai kebutuhan, sehingga ruang penyimpanan dapat dioptimalkan tanpa mengganggu kinerja iPhone.

