studiopena.com, Jakarta – Hotel-hotel mewah di Thailand, mulai dari resor pantai Laut Andaman hingga ikon tepi sungai Bangkok, berusaha memikat penduduk setempat dengan diskon besar seiring berkurangnya arus wisatawan asing. Hal ini studiopena.com lain disebabkan oleh perang Iran vs Israel dan AS.
Menurut The Straits Times, Selasa (24/3/2026), warga negara Thailand dan ekspatriat kini bisa menikmati harga hingga 70 persen lebih murah di properti bintang lima, yang tarif per malamnya biasanya mendekati 1.000 dolar AS (Rp 17 juta).
Menginap di Mandarin Oriental, hotel tertua di Bangkok dengan pemandangan tepi sungai yang ikonik, kini tersedia dengan harga di bawah 300 dolar AS (sekitar Rp 5 juta), termasuk layanan butler dan sarapan.
Di tempat lain, resor pantai yang menghadap ke tebing kapur Pantai Railay menawarkan penginapan mulai dari 430 dollar AS (sekitar Rp 7,3 juta) per malam, diskon hampir 50 persen, dengan akomodasi dua lantai yang dibangun di bekas perkebunan kelapa.
Pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara akibat konflik di Timur Tengah, terutama yang berdampak pada rute Eropa-Asia, telah membuat perjalanan menjadi lebih rumit dan mahal, sehingga memberikan tekanan pada jumlah pengunjung. Kedatangan dari Eropa dan Timur Tengah turun 16 persen di bawah tingkat normal hanya beberapa minggu setelah konflik dimulai.
Pariwisata menyumbang sekitar seperlima perekonomian Thailand dan perlambatan yang berkepanjangan akan berdampak pada sektor yang masih berusaha pulih dari pandemi COVID-19.

