Perawatan anak pada anak: Pengertian dan tanda-tanda anak mengalaminya

Child grooming pada anak: Pengertian dan tanda-tanda anak mengalaminya

Kedekatan ini bukannya tanpa tujuan. Pada akhirnya, pelaku memanfaatkannya sebagai cara untuk melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak tersebut. Praktik child grooming terjadi ketika orang dewasa dengan sengaja membangun ikatan emosional dengan anak atau remaja untuk mempengaruhi, mengontrol atau mengeksploitasi mereka.

Perilaku tersebut dapat terjadi secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, maupun melalui perantara dunia digital seperti media sosial dan platform komunikasi online.

Yang perlu Anda waspadai, grooming anak bisa muncul dalam berbagai bentuk dan dilakukan oleh siapa saja. Pelakunya tidak selalu orang asing, namun bisa berasal dari lingkungan terdekat seperti guru, pelatih olah raga, atau sosok yang dianggap aman oleh anak.

Selain bermotif seksual, pelaku juga kerap mempermainkan emosi anak-anak dan memberikan tekanan psikologis yang perlahan membuat korbannya merasa terikat dan tidak berdaya.

Tak jarang, proses membangun kepercayaan ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Pelaku bisa menjaga hubungan baik dengan anak dan keluarganya selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Baca juga: Men-PPPA Soroti Pentingnya Pendidikan Relasi Kekuasaan dalam Menyikapi Kasus Gus Elham

Tanda-tanda anak Anda mungkin mengalami child grooming

Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai terkait kemungkinan terjadinya child grooming pada anak yang seringkali muncul secara perlahan dan tidak disadari:

• Anak-anak terlihat dekat dengan orang dewasa yang memiliki perbedaan usia cukup jauh, bahkan menunjukkan ketergantungan emosional yang tidak wajar.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *