studiopena.com, Jakarta – Prediksi para ahli mengenai tren desain interior rumah muncul jelang tahun 2026, karena minat masyarakat untuk mengubah tampilan rumahnya tampaknya mencapai puncaknya menjelang tahun baru. Penelusuran di Google untuk ‘interior 2026’ dilaporkan melonjak 324 persen dalam tiga bulan terakhir.
Melansir HELLO, Minggu 14 Desember 2025, desainer interior ternama asal Inggris, Cherie Lee, dan Juliette Byrne, pemilik studio desain eponymous Chelsea sejak 1988, berbagi prediksi mereka terkait tema yang akan menjadi favorit dalam dunia desain rumah di tahun mendatang.
Menurut para ahli, tahun 2026 akan ditandai dengan kembalinya “interior dengan jiwa”, dimana masyarakat semakin “tertarik pada rumah yang kaya akan karakter.” Tren yang berfokus pada kepribadian, kesehatan, dan hubungan dengan alam ini diprediksi akan menjadi wishlist teratas setiap orang.
Selain itu, aspek keberlanjutan dan eksplorasi gaya retro akan menjadi kuncinya. Sebaliknya, beberapa elemen desain yang dulunya populer diperkirakan akan kehilangan daya tariknya karena dianggap berlebihan atau kurang menarik. Pemilihan material, warna bahkan bentuk arsitektur akan beralih ke arah kehangatan dan keaslian, jauh dari estetika yang dingin dan polos.
Pada tahun 2026 juga diperkirakan akan terjadi penguatan tren yang berakar pada hubungan manusia dengan lingkungan alam dan peningkatan kesejahteraan pribadi. Desain biofilik akan terus menjadi tren yang kuat, dengan fokus pada pengintegrasian unsur alam ke dalam ruang hunian, baik melalui tanaman hias maupun penggunaan material yang memiliki tampilan dan nuansa alami.
“Tren ini telah berkembang selama bertahun-tahun dan tetap sangat kuat, didorong oleh klien yang memprioritaskan kesehatan dan desain yang terinspirasi dari alam. Pencucian kapur, glasir tanah liat, bentuk organik, dan bahan sentuhan bukanlah terobosan baru, namun tetap bertahan karena mendukung kebutuhan biofilik kita, keinginan manusia untuk terhubung dengan alam,” jelas Cherie.

