1. Pilih Beras yang Berkualitas dan Pulen
Nasi yang lebih pulen cenderung menyerap santan lebih merata dan teksturnya tetap empuk setelah dimasak. Nasi yang terlalu keras atau banyak mengandung pati justru akan membuat nasi cepat lembek dan mudah berjamur. Mencuci beras secara menyeluruh juga penting untuk mengurangi sisa pati yang dapat mempercepat pembusukan.
2. Santan tidak bisa pecah
Rahasia keawetan nasi uduk terletak pada santannya. Santan yang terurai saat dimasak bisa cepat membuat nasi menjadi asam dan basi. Untuk mencegahnya, panaskan santan secara perlahan dengan api sedang sambil sesekali diaduk dan jangan sampai mendidih terlalu keras. Menambahkan sedikit minyak atau margarin juga membantu menjaga tekstur nasi tetap pulen.
3. Aduk dan Dinginkan Sebelum Disimpan
Setelah matang, jangan langsung menutup nasi uduk di wadah yang rapat. Biarkan uap panas keluar dan aduk sebentar untuk mendistribusikan panas dan kelembapan. Beras yang disimpan saat masih panas akan memerangkap uap sehingga menciptakan kondisi lembab yang ideal bagi bakteri.
4. Simpan dalam wadah yang bersih dan kedap udara
Gunakan wadah yang bersih dan kedap udara setelah nasi agak dingin. Jika ingin lebih aman, simpanlah di lemari es agar nasi bisa bertahan 1-2 hari. Bila ingin menyantapnya, panaskan kembali dengan cara dikukus agar nasinya tetap wangi, lembut dan empuk.
5. Gunakan Rempah dan Aromatik yang Tepat
Daun pandan, serai, dan sedikit garam tidak hanya membuat nasi uduk gurih dan harum, tetapi juga membantu sedikit memperlambat pertumbuhan bakteri karena aromanya yang alami dan mengurangi kelembapan berlebih.

