studiopena.com, Jakarta – Salesforce baru saja meluncurkan Agentforce dalam bahasa Indonesia. Platform Customer Relationship Management (CRM) berbasis cloud menyebut hal ini merupakan babak baru bagi dunia usaha di tanah air.
Melalui Agentforce, perusahaan ingin seluruh sektor bisnis mulai dari UMKM hingga enterprise ingin mempercepat transformasi digital dan memperkuat pengalaman pelanggan melalui agen AI yang bekerja berdampingan dengan manusia.
Salesforce menegaskan, saat ini Indonesia berada pada momentum yang tepat untuk bergerak menuju Agentic Enterprise. Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045.
Berbekal adopsi AI, perusahaan yakin target tersebut bisa tercapai. Hal tersebut terungkap melalui laporan internal Salesforce yang menunjukkan AI berpotensi menyumbang USD 366 miliar terhadap PDB Indonesia dalam lima tahun ke depan.
“Salesforce memiliki posisi strategis untuk membantu mendorong visi perekonomian Indonesia menuju tahap selanjutnya,” kata Andreas Diantoro, Presiden Direktur Salesforce Indonesia di Jakarta baru-baru ini.
Ia menambahkan, “caranya adalah dengan membantu dunia usaha menjadi Agentic Enterprises, sebuah model kerja baru di mana AI meningkatkan kapasitas manusia, bukan menggantikannya.”
Andreas juga menegaskan, dunia usaha tidak bisa lagi menggunakan pendekatan menunggu. “Ada peluang besar bagi dunia usaha untuk menciptakan jalur baru dengan memanfaatkan AI, tenaga kerja Indonesia yang dinamis, dan sumber daya alam yang melimpah.”
Dua produk utama Salesforce yang kini tersedia dalam bahasa Indonesia adalah Agentforce Service dan Employee Agent, keduanya dirancang untuk membantu perusahaan mengurangi biaya, mempercepat penyelesaian kasus, dan membuat setiap karyawan bekerja lebih gesit.

