Site icon studiopena

Samsung Siapkan Fitur Kesehatan Otak, Diklaim Bisa Deteksi Dini Demensia

Samsung Siapkan Fitur Kesehatan Otak, Diklaim Bisa Deteksi Dini Demensia


studiopena.com, Jakarta – Samsung kembali dikaitkan dengan inovasi di ranah kesehatan digital. Kali ini, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut dikabarkan sedang menyiapkan fitur Brain Health, sebuah sistem pemantauan yang dirancang untuk mendeteksi gejala awal demensia.

Mengutip laporan SamMobile via ZDnet, Sabtu (3/1/2026), fitur ini akan menganalisis berbagai indikator biologis dan perilaku pengguna. Beberapa metrik dikatakan dipantau, termasuk pola berjalan, perubahan suara, serta kualitas dan pola tidur.

Namun belum diketahui secara pasti perangkat mana yang akan mengusung fitur Kesehatan Otak. Kemungkinan penerapannya melalui smartphone Galaxy, jam tangan pintar atau smart ring juga baru-baru ini dikembangkan oleh Samsung.

Selain itu, perusahaan juga akan memberikan panduan pencegahan. Panduan tersebut berpotensi mencakup program pelatihan otak yang dapat menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif pengguna.

Media Korea Selatan, ChoSun, melaporkan bahwa pengembangan internal fitur Kesehatan Otak telah selesai. Saat ini Samsung dikabarkan sedang memasuki tahap validasi klinis untuk memastikan keakuratan dan keandalan sistem sebelum dirilis ke publik.

Langkah ini sejalan dengan strategi Samsung untuk memperluas kemampuan perangkat wearable miliknya. Sebelumnya, pada Galaxy Watch 8, Samsung memperkenalkan sensor antioksidan yang memungkinkan pengguna mengukur kadar karotenoid di kulit hanya dengan menekan ibu jari ke bagian bawah jam tangan.

Fitur Indeks Antioksidan diklaim dapat membantu mengukur karotenoid yang terdapat pada buah dan sayuran berwarna hijau dan oranye.

Selain fitur pelacakan Kesehatan standar seperti pemantauan tekanan darah, EKG, dan pelacakan ritme jantung tidak teratur. Samsung juga memperkenalkan fitur panduan tidur dan fitur latihan lari pada jam tangan pintar terbarunya.

Sebagai catatan, peneliti memperkirakan lebih dari 42 persen orang dewasa berusia 55 tahun ke atas berpotensi mengalami demensia. Hadirnya fitur Brain Health juga menandai pergeseran fokus perangkat kesehatan, dari sekedar mendeteksi kondisi fisik menjadi memantau kondisi kognitif.

Exit mobile version