studiopena.com, Jakarta – Mikroplastik bisa menjadi masalah serius bagi manusia. Laporan terbaru dari jurnal Nature Medicine memicu kekhawatiran global setelah mengungkapkan bahwa otak manusia mungkin mengandung partikel mikroplastik dan nanoplastik yang setara dengan berat satu sendok plastik. Fragmen tajam berukuran di bawah lima milimeter ini kini menjadi perbincangan hangat, memicu tren “mikroplastik influencer” dan munculnya layanan medis yang kontroversial.
Melansir Elle pada Rabu 14 Januari 2026, perusahaan Clarify Clinics misalnya, menawarkan prosedur pembersihan darah dari plastik seharga $13.000 (setara Rp 206 juta) dengan menggunakan alat plasma khusus, cara yang bahkan pernah dicoba oleh aktor Orlando Bloom. Namun, di tengah hiruk pikuk ini, para ahli menekankan bahwa gambaran besarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar ketakutan akan virus.
Mikroplastik merupakan pecahan plastik berukuran sangat kecil yang kini terdapat hampir di setiap sudut bumi. Menurut Dana Zhaxylykova, peneliti mikroplastik dan pendiri aplikasi MicroplasticFree, partikel tersebut tidak hanya menetap di otak, tetapi juga telah terdeteksi di darah dan plasenta manusia.
Kehadirannya ada dimana-mana atau dimana-mana, mulai dari lautan terdalam, air minum, serat pakaian, hingga debu yang kita hirup di rumah. Meski terdengar menakutkan, pertanyaan krusialnya adalah, seberapa besar bahaya yang ditimbulkannya terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang?

