Studi: Orang yang bisa berbicara berbagai bahasa bisa menua lebih lambat

Studi: Orang yang mampu bicara banyak bahasa bisa menua lebih lambat

“Penelitian ini menegaskan penelitian observasional yang lebih kecil yang menunjukkan bahwa multibahasa tampaknya menjadi faktor pelindung terhadap demensia,” kata Prof Berlit.

Meski tidak ada penderita demensia dalam kelompok penelitian, ia yakin ada indikasi penting mengenai mekanisme yang dapat mengurangi risiko penurunan kognitif di usia tua.

Menurutnya, resistensi terhadap penurunan kognitif meningkat pada orang yang menggunakan banyak bahasa karena dikaitkan dengan apa yang disebut cadangan kognitif.

“Multilingualisme tampaknya menjadi penyangga di otak, karena orang yang berbicara beberapa bahasa memiliki lebih banyak memori untuk digunakan di usia tua,” katanya.

Prof Berlit menambahkan, mempelajari bahasa baru bisa menjadi rekomendasi sederhana dan sangat efektif untuk mencegah demensia.

“Ini adalah langkah kebijakan kesehatan yang dapat diterapkan oleh siapa pun,” ujarnya.

Para peneliti sekarang berencana untuk mengetahui apakah mempelajari bahasa baru di kemudian hari juga memiliki efek perlindungan yang sama terhadap demensia seperti halnya orang yang telah multibahasa sejak masa kanak-kanak.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *