“Saya yakin keduanya sama-sama bermanfaat, namun hal ini masih perlu dibuktikan,” kata Prof Berlit.
Penelitian ini muncul pada saat teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai meremehkan nilai kemampuan multibahasa di beberapa bidang, dan perangkat lunak kini jauh lebih baik dalam menerjemahkan bahasa lisan dan tulisan secara real-time.
Baca juga: Studi: Asupan mineral mempengaruhi kesehatan mental
Baca juga: Daftar Negara dengan Kesejahteraan Psikologis Tertinggi, Indonesia?
Baca juga: Studi: Jus jeruk setiap hari berpotensi baik untuk kesehatan jantung
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © studiopena.com 2025
Dilarang keras mengambil konten, crawling, atau pengindeksan otomatis AI pada situs ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita studiopena.com.

