studiopena.com, Jakarta – Adidas mengatakan salah satu tokonya di Tel Aviv dibom setelah perang Iran vs Israel dan AS berkecamuk. Tidak ada karyawan yang tewas atau terluka dalam serangan di toko yang ditutup tersebut, kata Chief Commercial Officer Mathieu Sidokpohou.
Melansir Dow Jones Newswires, Kamis (5/3/2026), Israel dihantam rudal yang diklaim ditembakkan oleh Iran dan sekutunya di Lebanon, Hizbullah, sebagai respons atas serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dampak konflik memanas ini terutama dirasakan oleh negara-negara Timur Tengah.
CEO Adidas Bjorn Gulden mengatakan penjualan di wilayah tersebut dapat terhambat oleh penutupan toko akibat konflik, serta keterlambatan pengiriman beberapa produk karena masalah pengiriman. Gulden tidak memberikan angka pasti mengenai potensi kerugian, dan mencatat bahwa situasi dapat berubah sewaktu-waktu.
Sementara itu, pengecer fesyen Swedia H&M mengatakan telah menutup semua tokonya di Israel mengikuti arahan keamanan setempat. Melansir CNBC, saham barang mewah termasuk sektor yang paling terpukul pada Selasa pagi, 3 Maret 2026, menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Saham konglomerat LVMH, Kering (pemilik Gucci), dan pembuat pakaian luar asal Inggris Burberry termasuk di studiopena.com saham-saham dengan kinerja terburuk, dengan kerugian dalam sepekan mendekati 10 persen. Indeks saham terkemuka Eropa yang lebih luas, Stoxx 600, turun hampir 3 persen pada hari Selasa, setelah turun 1,6 persen pada hari Senin, 2 Maret 2026.

