Site icon studiopena

Urgensi perawatan bibir sumbing pada bayi, berisiko komplikasi jika tidak segera diobati

Urgensi perawatan bibir sumbing pada bayi, berisiko komplikasi jika tidak segera diobati


studiopena.com, Jakarta – Setiap tahun, sekitar 7.500 anak -anak di Indonesia dilahirkan dengan kondisi bibir sumbing, suatu kondisi yang tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan, dan kualitas hidup. Kondisi ini sebenarnya dipengaruhi oleh DNA atau faktor herediter dan asupan nutrisi wanita hamil selama trimester pertama.

Di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, banyak keluarga belum mendapatkan akses ke perawatan medis yang memadai. Banyak keluarga tidak tahu bahwa bibir sumbing dapat dirawat tanpa biaya dan mereka mengalami kesulitan mencapai rumah sakit mitra yang menyediakan layanan gratis.

Akibatnya, anak -anak harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan perawatan, yang dapat menyebabkan masalah nutrisi, pertumbuhan dan gangguan perkembangan. Kondisi bayi yang lahir dengan kondisi ini juga berisiko mengalami komplikasi jangka panjang seperti gangguan pendengaran dan infeksi telinga.

“Selain itu, stigma sosial yang ada sering menghambat kepercayaan dan kemampuan anak -anak untuk berinteraksi dengan teman -teman mereka. Kurangnya informasi dan akses terbatas ke terapi lebih lanjut juga memperburuk kondisi mereka,” kata Manajer Negara & Direktur Program Smile Train Indonesia, Deasy Larasati selama ‘Kamis,’ Maret 5 Maret.

Pada kesempatan yang sama, ketua Dewan Medis Smile Asia Tenggara, Mayor Jenderal TNI (Ret.) Dr. Budiman, Sp.Bp- re (k)., Mars., MH., Mengatakan bahwa bibir sumbing yang tidak segera diatasi dapat memiliki dampak negatif pada kemampuan anak-anak untuk berbicara, makan, dan tumbuh secara normal.

“Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat memperburuk masalah kesehatan, dan menghambat perkembangan sosial dan psikologis anak -anak,” katanya sambil menyebutkan penanganan cepat, sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang dan mendukung perkembangan anak -anak yang lebih baik.

Exit mobile version