studiopena.com, Jakarta – Wabah virus Nipah yang terkonfirmasi di Benggala Barat, India, telah diantisipasi sejumlah negara di Asia dengan meningkatkan pemeriksaan kesehatan di sejumlah perbatasan, terutama bandara. Setidaknya ada lima negara yang memperketat protokol kesehatan, bahkan menerapkan kembali protokol kesehatan untuk pandemi COVID-19.
Thailand mengawalinya pada Minggu, 25 Januari 2026 dengan melakukan pemeriksaan penumpang yang datang dari daerah terdampak di tiga bandara yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. The Bangkok Post melaporkan pada Selasa, 27 Januari 2026, pejabat kesehatan di Bandara Suvarnabhumi tidak menemukan satu pun penumpang yang menunjukkan gejala virus setelah penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Singapura juga melakukan pemeriksaan suhu di bandara untuk penerbangan yang datang dari daerah terdampak, kata Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) pada Rabu, 28 Januari 2026. Di hari yang sama, Kementerian Kesehatan Malaysia juga meningkatkan pengawasan kesehatan di seluruh titik masuk Malaysia, termasuk bandara internasional, pelabuhan laut, dan titik masuk perbatasan darat.
Mengutip AsiaOne, Jumat (30/1/2026), BBC diberitakan mulai melakukan hal serupa di Bandara Kathmandu dan pos pemeriksaan perbatasan lainnya dengan India. Sementara itu, pihak berwenang Taiwan mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka akan secara resmi mendaftarkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit menular kategori lima yang harus diberitahukan pada bulan Maret 2026, demikian yang dilaporkan Taipei Times.
Pada Desember 2025, dua kasus infeksi virus Nipah terkonfirmasi di Benggala Barat. Pada Selasa, 27 Januari 2026, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India menyatakan total 196 kontak yang terkait dengan kedua kasus tersebut telah diidentifikasi, dilacak, dipantau, dan diuji.

