Site icon studiopena

Wisatawan kaget jadi korban dugaan pencungkilan harga, dikenai tarif Rp 3,8 juta untuk satu ekor ikan

Wisatawan kaget jadi korban dugaan pencungkilan harga, dikenai tarif Rp 3,8 juta untuk satu ekor ikan


studiopena.com, Jakarta – Sekelompok 13 turis asal Singapura dan Tiongkok tak menyangka makan malam di sebuah restoran di Genting Highlands, Pahang, Malaysia, akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Pasalnya, mereka diduga menjadi korban guncangan harga.

Melansir AsiaOne, Selasa 24 Maret 2026, kontributor Stomp Jimmy mengunjungi Restoran Loong Kee di Gohtong Jaya bersama teman-temannya pada 16 Maret 2026. “Sepuluh dari kami adalah warga senior Singapura,” ujarnya. “Kami kaget sekali saat melihat harga lele sungai yang kami pesan adalah 902 ringgit (sekitar Rp 3,8 juta).”

Jimmy membagikan foto uang kertas tersebut, yang bertuliskan “ikan lele sungai” sebanyak dua kali. “Ikannya ditagih dua bagian dan porsi terpisah dengan tagihan 479,96 ringgit (sekitar Rp 2 juta) dan 422,50 ringgit (sekitar Rp 1,8 juta),” jelasnya.

Total tagihan untuk semua makanan itu adalah 1.762 ringgit (sekitar Rp 7,5 juta). “Kami protes, tapi sia-sia karena kami sadar tidak punya dasar hukum setelah tidak mempertanyakan harga dan beratnya terlebih dahulu. Kami diberitahu ikan itu beratnya 2,7 kg dan dijual seharga 338 ringgit (sekitar Rp 1,4 juta) per kg,” kata Jimmy.

“Pihak restoran juga memberi tahu kami bahwa ikan lele sungai adalah ikan yang eksotik, lebih baik dibandingkan dengan ikan lele sungai yang mereka tawarkan dengan harga 228 ringgit (sekitar Rp 977 ribu) per kg. Kami tidak pernah menyangka ikan lele yang ekonomis bisa dijual dengan harga setinggi itu, jauh lebih mahal daripada ikan lele yang bagus.”

Exit mobile version